mymetamorphose
Thursday, February 7, 2008
being a single parent
Mungkin keutuhan keluarga mempengaruhi keadaan tumbuh kembang seorang anak. Tapi untuk menjadi keluarga yang bahagia tidak harus ada seorang ayah. Cuma punya ibu yang mampu memberikan waktu dan kasih sayang juga bisa membawa pengaruh positif bagi seorang anak.
Tak perlu memaksakan diri untuk mencari figur seorang ayah, apabila memang tidak bisa. Karena itu akan menyiksa hati dan perasaan sendiri serta akan memberi efek yang kurang baik bagi anak.
Tak perlu iri dengan keluarga lain yang kebetulan lengkap, dalam artian ada ayah dan ibu, karena belum tentu mereka berbahagia dalam kehidupan mereka yang secara fisik terlihat sempurna.
Tidak ada jeleknya jadi single parent, esp. single mom. Selama kita bisa menghidupi keluarga ( anak ) dan tidak melakukan hal buruk untuk memenuhi tuntutan ekonomi. Untuk itu sebagai seorang single mom, kita harus berusaha memberikan yang terbaik buat anak, supaya dia tidak merasakan kekurangan walaupun tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Memberikan yang terbaik tentu saja dalam semua aspek kehidupan, terutama ekonomi. Karena dengan keadaan ekonomi yang baik ( berkecukupan ), otomatis kita dapat memberikan pendidikan serta penghidupan yang layak untuk anak kita.
Kita tidak boleh larut dalam pemikiran-pemikiran yang sentimental dan usaha-usaha mencari figur seorang ayah untuk anak kita. Karena hal-hal tersebut dapat menguras waktu dan emosi kita, sehingga tanpa disadari perhatian serta kasih sayang kita terhadap anak otomatis berkurang, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Padahal, sebagai anak dari seorang single parent, anak kita hanya mungkin mendapat perhatian dan kasih sayang dari kita.
Sebaiknya waktu kita harus di fokuskan pada usaha untuk meningkatkan taraf hidup serta memberikan perhatian serta kasih sayang kita terhadap anak. Karena 2 hal tersebutlah yang menentukan kesuksesan kita sebagai seorang single parent.
So, jadi single parent ? siapa takut…!!!
Tak perlu memaksakan diri untuk mencari figur seorang ayah, apabila memang tidak bisa. Karena itu akan menyiksa hati dan perasaan sendiri serta akan memberi efek yang kurang baik bagi anak.
Tak perlu iri dengan keluarga lain yang kebetulan lengkap, dalam artian ada ayah dan ibu, karena belum tentu mereka berbahagia dalam kehidupan mereka yang secara fisik terlihat sempurna.
Tidak ada jeleknya jadi single parent, esp. single mom. Selama kita bisa menghidupi keluarga ( anak ) dan tidak melakukan hal buruk untuk memenuhi tuntutan ekonomi. Untuk itu sebagai seorang single mom, kita harus berusaha memberikan yang terbaik buat anak, supaya dia tidak merasakan kekurangan walaupun tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Memberikan yang terbaik tentu saja dalam semua aspek kehidupan, terutama ekonomi. Karena dengan keadaan ekonomi yang baik ( berkecukupan ), otomatis kita dapat memberikan pendidikan serta penghidupan yang layak untuk anak kita.
Kita tidak boleh larut dalam pemikiran-pemikiran yang sentimental dan usaha-usaha mencari figur seorang ayah untuk anak kita. Karena hal-hal tersebut dapat menguras waktu dan emosi kita, sehingga tanpa disadari perhatian serta kasih sayang kita terhadap anak otomatis berkurang, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Padahal, sebagai anak dari seorang single parent, anak kita hanya mungkin mendapat perhatian dan kasih sayang dari kita.
Sebaiknya waktu kita harus di fokuskan pada usaha untuk meningkatkan taraf hidup serta memberikan perhatian serta kasih sayang kita terhadap anak. Karena 2 hal tersebutlah yang menentukan kesuksesan kita sebagai seorang single parent.
So, jadi single parent ? siapa takut…!!!
Labels: my stupid writing
0 Comments:
Post a Comment
<< Home